day one

12.03.05 (9:24 pm)   [edit]
nothing happened on day one. so what?

Flu Burung Menyerang 22 Provinsi

09.25.05 (5:40 am)   [edit]
JAKARTA -- Flu burung telah menjangkiti unggas di 139 kabupaten di
22 provinsi.

"Flu burung di 22 provinsi ini menyebar pada unggas dan berisiko tinggi menular kepada manusia," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun ketika dihubungi Tempo kemarin.

Dari 22 provinsi, empat provinsi merupakan daerah paling rawan flu burung. "Kami lihat di empat daerah itu, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan, tingkat kepadatan manusia dan unggasnya sama-sama tinggi, sehingga penyebarannya cepat," ujar Kandun.

Kandun mengatakan, Departemen Kesehatan dan Departemen Pertanian akan menambah jaringan laboratorium di daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap merebaknya virus flu burung.

Departemen Pertanian, kata Direktur Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Mathur Riady, akan mengatur kembali lokasi peternakan unggas di kota-kota. Menurut Mathur, peternakan unggas nantinya tidak boleh lagi berada di wilayah kota yang padat penduduk dan permukiman. "Peternakan itu harusnya ada di daerah suburban," ujarnya kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Sebuah kota, kata Mathur, secara umum terbagi dalam tiga bagian utama. Pertama, daerah inti, sebagai pusat permukiman dan aktivitas penduduk. Kedua, daerah penyangga. Ketiga, daerah budi daya. "Daerah suburban itu yang akan dijadikan daerah budi daya."

Pusat kota, kata Mathur, hanya boleh menjadi lokasi penyimpanan, sentra distribusi, dan pasar.

Usaha peternakan di Indonesia, baik di kota maupun di desa, menurut Mathur, membudidayakan sekitar 1 miliar ekor ayam broiler dan 290 juta ekor ayam bukan ras (buras). Dari jumlah itu, sekitar 60 persen berada di Jawa, 30 persen di Sumatera, dan selebihnya berada di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Ia mengaku tak tahu berapa perusahaan peternakan yang perlu direlokasi ke daerah suburban, karena pelaksanaan kebijakan itu pun perlu dibicarakan bersama pemerintah daerah.

Mathur mengakui, kebijakan relokasi peternakan akan menghadapi kendala. Pertama, pengusaha ternak tak akan serta-merta bersedia jika usahanya dipindahkan, karena peternak tak mau jauh dari pasar. Kedua, relokasi ke daerah baru pun belum tentu bisa langsung diterima penduduk setempat.

Menurut Koordinator Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia Don P. Utoyo, bila ingin relokasi berjalan lancar, pemerintah harus menyediakan pasar yang memadai di daerah suburban itu. "Jika tidak, relokasi akan sulit karena akses pemasaran butuh biaya besar."

Di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu burung mencapai 21 orang. Sebanyak 12 orang di antaranya adalah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.

Kemarin, tiga pasien tambahan datang: Dony, 15 tahun, warga Tangerang, Bilsqi Widyawati, 1 tahun 6 bulan, warga Cempaka Putih, Jakarta, dan Ageng Hari Murti, 2 tahun, warga Pondok Gede, Bekasi. Semuanya pernah mengunjungi Ragunan.

Presiden: Harga BBM Naik 1 Oktober

09.25.05 (5:35 am)   [edit]
JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak pada 1 Oktober.

"Tentang teknisnya, berapa naiknya, dan komoditasnya, akan ada peraturan presiden. Akan dituangkan di situ," kata Presiden seusai rapat koordinasi dengan gubernur dari semua provinsi di Jakarta kemarin.

Menurut Presiden, kenaikan harga BBM akan dilakukan dengan dua syarat. Pertama, setelah kompensasi kenaikan harga BBM pada Maret 2005 mengalir ke masyarakat miskin dan setengah miskin. "Sudah kami cek ke seluruh Indonesia bahwa dana kesehatan dan pendidikan itu memang sudah mengalir," kata Presiden.

Syarat kedua, subsidi langsung tunai harus sudah siap dialirkan seketika pada saat harga BBM dinaikkan. Pemerintah kini sedang menyiapkan hal tersebut. "Insya Allah akan siap pada tanggalnya, pada 1 Oktober itu."

Presiden mengakui, keputusan menaikkan harga BBM oleh sebagian kalangan dinilai lambat. Permasalahannya, kata Yudhoyono, bukanlah semata pada argumentasi ekonomi--dinaikkan atau tidak--tapi mempertimbangkan segala aspek untuk melihat apakah ada opsi lain untuk menyelamatkan ekonomi negara akibat melonjaknya harga minyak dunia.

Pertimbangan terhadap opsi lain diperlukan karena pemerintah menyadari kenaikan BBM akan berdampak terhadap beberapa hal yang menyangkut kehidupan rakyat. "Tapi, dengan segala pertimbangan, harga BBM dinaikkan untuk menyelamatkan kepentingan yang lebih besar itu."

Pemerintah, kata Presiden, akan mengelola dengan baik dampak kenaikan harga BBM, seperti kemungkinan peningkatan harga sembilan bahan pokok (sembako), nonsembako, tarif angkutan, serta permasalahan di perusahaan-perusahaan menyangkut tenaga kerja. Solusinya, menurut Presiden, adalah memberikan subsidi tunai langsung kepada 62 juta orang atau sekitar 15,5 juta keluarga.

Mengenai penolakan kenaikan harga BBM dari sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, kata Yudhoyono, pihaknya membuka pintu untuk berdialog. "Bisa saja setelah berdialog, tetap berbeda pendapat. Yang penting, sebagai presiden yang mengemban amanah dan menghadapi situasi sulit ini, saya bisa menyampaikan dengan gamblang mengapa, apa, dan bagaimana langkah yang dipilih."

Presiden menyadari bahwa di antara tokoh yang menolak kenaikan harga BBM dulu juga ada yang pernah mengalami kondisi yang sama. "Tentunya ada pelajaran besar, tentunya ada suatu memori bagaimana menyelesaikan masalah seperti ini."

Yudhoyono mengharapkan hal tersebut bisa didiskusikan. "Saya senang dan bahkan mengimbau, mari kita berkomunikasi."

Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie seusai rapat kabinet terbatas mengatakan, BBM yang mengalami kenaikan harga yang paling rendah adalah minyak tanah.

Aburizal tidak menyebutkan jenis BBM apa yang paling tinggi. Ia hanya menambahkan, pemerintah akan menunggu rapat paripurna di DPR pada Selasa (27/9) sebelum menentukan kisaran kenaikan harga masing-masing jenis BBM.

Di tempat terpisah, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati menjamin penyaluran subsidi BBM tidak akan mengalami kebocoran. Mekanismenya, Sri Mulyani menjelaskan, dana dari Departemen Keuangan akan langsung masuk ke rekening Menteri Sosial. Dana itu akan diteruskan ke PT Bank Rakyat Indonesia dan langsung ditransfer ke masing-masing cabang PT Pos (Persero) di daerah. "Sehingga tidak ada transaksi antarorang sampai pada pembayaran ke bawah (pemegang kartu miskin). Jadi kebocoran mestinya tidak terjadi," katanya setelah penyerahan kartu kompensasi BBM untuk wilayah DKI Jakarta.

Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan subsidi langsung Rp 100 ribu per keluarga per bulan. Subsidi itu akan diberikan tiga bulan sekali. Tahap pertama, dana dikucurkan pada 1 Oktober 2005 untuk 1,3 juta keluarga di 15 kota. Tahap kedua pada 5 Oktober dan tahap ketiga pada 11 Oktober.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Mulia Nasution mengatakan, pemerintah akan mentransfer Rp 14,6 triliun ke BRI dan PT Pos paling lambat pekan depan.

Pengunjung Ragunan Antre Minta Diperiksa

09.22.05 (7:41 am)   [edit]
JAKARTA -- Pengunjung Kebun Binatang Ragunan satu per satu masuk Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso karena dicurigai terserang flu burung. Hingga kemarin sore, lima pengunjung dirawat di ruang isolasi dengan gejala flu burung.

Jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu burung di RSPI Sulianti Saroso bertambah delapan orang kemarin. "Jadi jumlah (seluruhnya) 17 orang," kata Ilham Patu, juru bicara RSPI Sulianti Saroso.

Ilham mengungkapkan, sejak status kejadian luar biasa flu burung ditetapkan dan Kebun Binatang Ragunan ditutup karena serangan flu burung pada Senin (19/9), tak kurang dari 115 pengunjung telah diperiksa. Sebagian dari mereka, kata Ilham, meminta dirawat. Tapi, "Karena tak ada gejala, hanya berobat jalan," ujarnya.

Ketika mengumumkan penutupan Ragunan di rumahnya, Ahad (18/9), Gubernur Sutiyoso meminta para pengunjung Ragunan yang terserang flu memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Pemeriksaan itu, ujarnya, "tanpa dipungut biaya."

Pengunjung Ragunan yang kemarin dirawat di RSPI adalah Raka, rujukan Rumah Sakit Setia Mitra, Jakarta Selatan. Ia berkunjung ke Ragunan pada 18 September, sehari sebelum pusat rekreasi itu ditutup. Yang lainnya Alfa, warga Cakung, Jakarta Timur. "Ia dua minggu lalu ke Ragunan," kata Agus, sepupunya.

Kalim, pasien rujukan Rumah Sakit Fatmawati, juga tercatat sempat mengunjungi taman margasatwa itu.

Sebelumnya, pada Senin (19/9) sore, seorang pedagang asongan dan seorang pegawai Ragunan, masing-masing Abdul Mutholib, 39 tahun, dan Ani Setiarini, 28 tahun, dirawat di RSPI. Keduanya datang dengan gejala flu dan dilaporkan sempat berkontak langsung dengan unggas yang sakit flu burung di kebun binatang tersebut.

Pasien lain yang dirawat di RSPI adalah Karwati, yang jatuh sakit empat hari setelah 15 ekor ayamnya mati mendadak minggu lalu. Bagus, yang dirujuk RS Fatmawati, juga sakit pascakematian mendadak enam ayam peliharaannya sekitar lima hari lalu.

Di Makassar, dinas kesehatan setempat dilaporkan mengambil darah tiga kerabat Rusmin, pasien RSU Labuang Baji, pada awal Agustus lalu, yang diduga terkena flu burung. Rusmin sakit sejak kembali dari Tangerang dengan gejala panas sangat tinggi, menggigil, dan berdahak.

Departemen Kesehatan mengungkapkan, hari ini enam ahli flu burung dari Amerika direncanakan tiba untuk membantu mencari sumber penularan flu burung. Pemerintah Amerika kemarin juga mengatakan tidak akan mengeluarkan travel warning. "Karena belum ada bukti transmisi dari manusia ke manusia," kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Lynn Pascoe, kemarin.

Pasien Flu Burung Meninggal

09.22.05 (6:49 am)   [edit]
JAKARTA -- Riska Hardiyati, 5 tahun 7 bulan, pasien Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, yang diduga terserang flu burung, meninggal kemarin, sekitar pukul 07.00 WIB. Wakil Direktur Bagian Pelayanan RSPI Sulianti Saroso, Sardikin Giriputro, mengatakan, perlu empat hari untuk memastikan penyebabnya. "(Sampel) Riska baru dicek kemarin," ujarnya kemarin.

Hingga saat ini, ujar Sardikin, dokter baru menyimpulkan bahwa Riska meninggal karena radang paru-paru (pneumonia) yang sangat parah. "Anak kecil normal mengalami pneumonia."

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, hasil penelitian tahap pertama yang selesai kemarin siang menunjukkan bahwa kematian Riska untuk sementara bukan karena flu burung. Untuk konfirmasi, kata dia, masih diperlukan satu tahap penelitian lagi.

Sebelum masuk RSPI Sulianti Saroso pada Selasa (20/9) pukul 15.30, Riska--warga Sunter Jaya, Jakarta Utara--dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta. Dokter yang merawatnya curiga dia kena flu burung.

Meski belum dinyatakan positif mengidap flu burung, jenazah Riska dimandikan ekstra-hati-hati. Petugas menutup seluruh tubuhnya dengan pelindung. Peti mati kayu direkat dengan lem khusus dan tak boleh dibuka. "Untuk mencegah yang terburuk," kata Sardikin.

Sepanjang hari kemarin, RSPI Sulianti Saroso menerima tiga pasien baru yang diduga sebagai korban flu burung--Diah Windarwati, 17 tahun, Yenima Napitupulu, 9 tahun, dan Wina Eka, 18 tahun. Dengan demikian, jumlah suspect flu burung yang dirawat RSPI berjumlah sembilan orang.

Diah, warga Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, berobat atas inisiatif pribadi. Dua pekan lalu, 19 ekor ayam dan 5 ekor merpati keluarganya mati mendadak. Tak lama kemudian, Diah terserang demam. "Sudah tiga hari demam tak turun-turun," kata Sila Wiweka, dokter jaga RSPI Sulianti Saroso.

Yenima, warga Jalan Kranggan Permai, Bekasi, pasien rujukan Rumah Sakit Umum Kota Bekasi. Wina, warga Jalan Madrasah III, Duren Sawit, Jakarta Timur, dirujuk dari Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

Flu burung juga dikabarkan menewaskan pasien Rumah Sakit PGI Cikini, Jesica Triana, 2 tahun 2 bulan, kemarin pagi. Namun, menurut Mercy, petugas bidang administrasi dan rawat inap Rumah Sakit PGI, Jesica meninggal karena pneumonia akibat tersedak makanan.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono, yang meninjau proses sterilisasi Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, mengatakan, pencegahan dan penanganan flu burung sepenuhnya bergantung pada sikap masyarakat. Anton meminta para pedagang menjaga kebersihan dan sanitasi. Kedua hal itu, ujarnya, "Kunci keberhasilan pencegahan terhadap flu burung."

Di gedung MPR/DPR, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu kembali menegaskan, ayam yang diperjualbelikan di pasar bebas flu burung. Ayam, kata dia, rentan terhadap virus ini, sehingga yang terjangkit akan segera mati. "Sekali lagi, flu burung yang sekarang bukan di peternakan ayam," katanya sebelum melakukan rapat kerja dengan Komisi Perdagangan DPR kemarin.

Markas Ahmadiyah di Cianjur Dihancurkan

09.20.05 (7:03 am)   [edit]
CIANJUR -- Sekitar seribu orang menyerbu perkampungan Ahmadiyah di Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, Senin (19/9) malam hingga Selasa (20/9) dini hari. Penyerbuan mengakibatkan sedikitnya 70 rumah dan enam masjid rusak berat. Massa yang meneriakkan takbir saat menyerbu juga membakar sebuah rumah, dua mobil, dan tiga sepeda motor. Ini insiden kedua yang lebih brutal daripada Agustus lalu.

Lembaga Bantuan Hukum Ahmadiyah Cianjur menaksir kerugian akibat aksi di kawasan perkebunan teh PTPN VIII Penyairan itu mencapai ratusan juta rupiah. Rupandi, kuasa hukum Ahmadiyah, menyebutkan, massa juga menjarah barang-barang warga senilai Rp 100 juta.

Tindak kriminal itu terjadi sekitar pukul 20.00-01.00 WIB. Udin, 29 tahun, warga Ciparay, menuturkan, para penyerbu datang berbondong-bondong dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. "Saya hanya bisa menyaksikan dari kejauhan," katanya.

Saryati, warga Neglasari, mengisahkan, ia dan suaminya, Maedin, 64 tahun, baru pulang dari masjid saat penyerbu datang. "Tiba-tiba kaca rumah pecah," ujar ibu empat anak ini sambil membersihkan pecahan kaca rumahnya.

Saryati dan suaminya pun tergopoh-gopoh meloloskan diri lewat pintu belakang. Bersama warga lain, mereka mengungsi ke kebun teh di perbukitan hingga pagi. "Saya hanya mendengar teriakan 'Allahu Akbar' tapi tidak berani melihat rumah yang sedang dirusak," Saryati menambahkan.

Seorang pengikut Ahmadiyah, Sopandi, 45 tahun, mengaku, sebelum menyelamatkan diri ke kebun teh sempat melihat massa datang dengan membawa korek api, minyak tanah, golok, dan bambu runcing. "Mereka berpakaian seperti pasukan jihad," katanya.

Sopandi tak menduga akan terjadi serangan seperti itu karena sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan pihak mana pun. "Kami sudah 50 tahun di sini tanpa ada keributan," ujarnya.
Sopandi menduga aksi penyerbuan itu dipicu isu bahwa Ahmadiyah akan menggelar tablig akbar. "Padahal hingga aksi terjadi, kami tak pernah menggelar acara apa pun selain ibadah seperti hari-hari biasa," katanya.

Kepala Kepolisian Resor Cianjur Ajun Komisaris Besar Anang Suhardi mengatakan bahwa polisi menduga pelaku adalah penduduk sekitar tempat kejadian, tapi belum diketahui dari kelompok mana.

Polisi menangkap sekitar 100 warga yang diduga sebagai pelaku. Mereka diangkut ke Markas Polres Cianjur dan 48 di antaranya dimintai keterangan. "Dari 48 orang yang diperiksa, kami mengamankan lima orang yang mengarah kepada tersangka pelaku," kata Kepala Polwil Bogor Komisaris Besar Tjiptono kemarin.

Serangan Flu Burung Makin Gawat

09.19.05 (10:24 pm)   [edit]
JAKARTA -- Pemerintah menetapkan flu burung sebagai kejadian luar biasa nasional kemarin. Dengan penetapan ini, flu burung dianggap dapat menyebabkan kematian secara epidemiologis dalam kurun waktu tertentu di seluruh wilayah Indonesia. Situasi darurat nasional ini meningkat dari sehari sebelumnya, yakni hanya berlaku di DKI Jakarta.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Jakarta kemarin menjelaskan, status flu burung ditingkatkan karena hingga saat ini belum diketahui di titik mana saja virusnya bercokol.
Dia mengakui, kasus flu burung yang berujung pada kematian baru ditemukan di Tangerang, Banten (Iwan Siswara dan dua putrinya), dan di DKI Jakarta (Rini Dina).

Empat pasien lain yang diduga terserang flu burung kini tengah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. Mereka adalah Mutiara Gayatri, 7 tahun, Firdaus Heru Priambodo, 9 tahun, Windie Lisa, 3 tahun, dan Rosnani Ningsih, 3 tahun.

Pemerintah, kata Menteri, curiga di daerah lain terjadi hal yang sama tapi tak dilaporkan. "Kami tak tahu pasti. Kami kira ada beberapa daerah yang sudah terkena," katanya. Dalam satu tahun terakhir, kasus flu burung terdeteksi di 139 kabupaten di 22 provinsi.
Pemerintah juga mencemaskan penyebaran yang acak karena virus flu hinggap pada burung di beberapa lokasi terpisah, di Kebun Binatang Ragunan, di Gelanggang Samudra Ancol, serta pada beberapa ayam potong di Pasar Cempaka Putih.

Kendati berhasil mendeteksi, pemerintah belum bisa mengaitkan hubungan antara Rini Dina, pasien di RSPI Sulianti Saroso, dan burung-burung yang terinfeksi di Ragunan, Ancol, dan Cempaka Putih. "Penelitian belum sampai ke sana," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono. "Belum ada korelasi secara langsung," ujar Hariyadi Wibisono, Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Departemen Kesehatan.

Siti Fadilah menduga, virus yang menyerang unggas peliharaan itu disebarkan burung liar yang tengah bermigrasi. "Kalau begitu, kita harus mengantisipasinya lebih cepat lagi."
Direktur Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Mathur Riady mengimbau agar semua kebun binatang dan sentra-sentra peternakan diperiksa. "Kami sudah membuat surat ke daerah-daerah."

Sejumlah daerah pun mulai melakukan antisipasi kemarin. Pengelola Kebun Binatang Gembiraloka dan Pusat Penyelamatan Satwa di Yogyakarta memeriksa semua koleksi unggasnya. Apalagi ada seekor burung kasuari yang mati mendadak. Meskipun demikian, Gembiraloka tetap dibuka untuk umum. Hal yang sama dilakukan pengelola Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Jawa Tengah.

Antisipasi besar-besaran juga dilakukan di Jakarta. Sejumlah pasar burung, seperti di Jalan Sangaji, Pramuka, Jatinegara, Jalan Pelepah, dan Jalan Barito, diinvestigasi.
"Kami tidak mau mengambil risiko," ujar Kepala Dinas Peternakan DKI Jakarta Edy Setiarto.

Flu Burung Serang Jakarta

09.19.05 (1:43 am)   [edit]
Kebun Binatang Ragunan ditutup 21 hari.

JAKARTA -- Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan serangan flu burung di Jakarta sebagai kejadian luar biasa (KLB). Draf KLB akan diteken Siti Fadilah hari ini.

Mulai hari ini juga, Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, ditutup. Penutupan itu terkait dengan ditemukannya 19 unggas yang positif terjangkit virus flu burung. "Ragunan ditutup selama 21 hari," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di rumahnya, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, kemarin sore, didampingi Menteri Pertanian Anton Apriyantono.

Selama Ragunan ditutup, ujar Sutiyoso, petugas akan melakukan pemeriksaan darah semua unggas dan memusnahkan yang terjangkit flu burung. "Ada sekitar 2.100 unggas yang harus diperiksa," ujarnya.

Sutiyoso juga meminta warga yang pernah berkunjung ke Ragunan dan kemudian mengalami gejala flu agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit. "Pemerintah akan menanggung biayanya," kata Sutiyoso.

Menteri Pertanian mengungkapkan, serangan flu burung di Ragunan terdeteksi dari penelitian pada 5-6 September 2005. Selain di Ragunan, virus terdeteksi di Gelanggang Samudra Ancol dan Pasar Cempaka Putih.

Anton menambahkan, kasus kematian pada manusia akibat flu burung diperkirakan bukan berasal dari ayam peternakan karena sejak Agustus belum ada laporan satu ekor ayam pun yang mati karena penyakit ini. "(Mungkin) dari burung atau pembawa virus yang tahan terhadap penyakit ini, seperti bebek, angsa, dan babi," katanya.

Dari pemantauan Tempo kemarin, aktivitas Ragunan masih ramai laiknya hari libur biasa. Juru bicara Taman Margasatwa Ragunan, Titis Sari, mengatakan bahwa fasilitas rekreasi itu akan tutup mulai hari ini. "Petugas yang bersentuhan dengan unggas," ujarnya, "akan menjalani pemeriksaan kesehatan intensif."

Flu burung telah memakan empat korban. Tiga korban pertama--Iwan Iswara Rafei dan kedua putrinya--meninggal pada paruh pertama Juli. Korban keempat, Rini Dina, warga Petukangan, Jakarta Selatan, meninggal pada Sabtu (10/9).

Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara, kemarin mendapat seorang pasien baru yang dikhawatirkan menderita flu burung. Warga Tangerang berumur 3 tahun berinisial WL itu, menurut Wakil Direktur RS Sulianti Saroso Sardikin Giriputro, terdeteksi mengalami infeksi paru-paru. Pasien ini, kata dia, tidak mempunyai hubungan dengan dua pasien flu burung sebelumnya.

Dua pasien itu adalah Firdaus dan Mutiara Gayatri. Sardikin mengatakan, keadaan mereka mulai membaik. "Sudah tidak panas dan batuk," kata Sardikin.

Menteri Kesehatan semalam juga mengatakan, seorang anak berinisial RH, berumur satu setengah tahun, diduga terkena flu burung. Menurut Siti Fadilah, RH pernah melakukan kontak dengan Mutiara Gayatri.

Lima Kapolda Dimutasi

09.17.05 (6:00 am)   [edit]
18 September 2005

JAKARTA -- Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Polri. Mutasi yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kapolri Nomor 659 tertanggal 16 September 2005 itu melibatkan lima kepala kepolisian daerah dan sejumlah perwira tinggi lain. Juru bicara Markas Besar Polri, Brigadir Jenderal Sunarko, kemarin mengatakan, "Mutasi itu proses regenerasi biasa di tubuh kepolisian."

Kepala Polda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Budi Utomo ditarik ke Mabes Polri dan akan diproyeksikan menjadi salah satu deputi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Sebagai gantinya, ditunjuk Brigadir Jenderal Yuswar Sitompul, yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri.

Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal Rasyid Ridho digantikan oleh Brigadir Jenderal Suharyo Kamino. Rasyid diproyeksikan mengisi jabatan Wakil Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri, yang ditinggalkan Brigadir Jenderal Hari Sunarko, yang diangkat menjadi Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri.

Kepala Polda Jambi Brigadir Jenderal Suwadji akan menduduki jabatan Direktur Akademi Kepolisian. Posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Brigadir Jenderal Karel Reza Kota. Jabatan Kepala Polda Maluku akan diserahkan kepada Komisaris Besar Mustofa.

Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Inspektur Jenderal John Lalo akan dimutasikan menjadi staf ahli Kapolri bidang sosial ekonomi. Posisi John Lalo akan diisi oleh Brigadir Jenderal Gorries Mere, yang sebelumnya duduk sebagai Direktur IV Narkotika Mabes Polri. Posisi yang ditinggalkan Gorries akan diisi oleh Brigadir Jenderal Aryanto Sutadi, Kepala Polda Sulawesi Selatan.

Wakil Kepala Polda Aceh Brigadir Jenderal Subekti akan digantikan oleh Brigadir Jenderal Rismawan. Subekti menempati salah satu pos di Lembaga Ketahanan Nasional. Direktur II Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Andi Chaeruddin akan digantikan oleh Brigadir Jenderal Nian Saefuddin, yang sebelumnya menjabat Kepala Polda Maluku.

Sumber Tempo, seorang perwira tinggi di Mabes Polri, mengatakan bahwa mutasi besar-besar itu terkait dengan kasus penyelundupan bahan bakar minyak yang marak belakangan ini, kasus korupsi di BNI, dan pengejaran aset koruptor di luar negeri.

Kasus penyelundupan dan pencurian minyak menjadi perhatian masyarakat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkannya pada Kamis (8/9). Menurut Presiden, kejahatan ini tiap tahun diperkirakan merugikan negara Rp 8,8 triliun. Penyelundupan BBM berlangsung sangat masif, terjadi di beberapa jaringan wilayah. Di wilayah barat, jaringan terbesar, sekitar 70 persen dari total penyelundupan, berada di Kepulauan Riau. Di sini, penyelundupan telah berlangsung sejak Batam menjadi wilayah otorita, sekitar 20 tahun lalu.

Di wilayah timur, jaringan beroperasi dari Surabaya (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Bitung (Sulawesi Utara), hingga Arafuru (Papua). Di wilayah tengah, penyelundupan berpusat di terminal BBM Lawe-Lawe, Balikpapan, Kalimantan Timur. Di wilayah inilah pencuri leluasa "menyadap" minyak dari pipa bawah laut. Menurut sumber itu, Kepala Polda Kalimantan Timur dinilai gagal mencegah penyelundupan BBM di Balikpapan.

Penggantian Kepala Polda Maluku, menurut sumber, "Terkait dengan kasus korupsi di BNI. Gorries, kata sumber itu, dipromosikan karena, "Lebih punya kemampuan memburu aset koruptor di luar negeri."

Masih menurut sumber tadi, Kepala Kepolisian Wilayah Bogor Komisaris Besar Bambang Wasgito sebenarnya akan ditarik ke Markas Besar Polri sebelum terjadi kasus pemukulan terhadap anak buahnya, Ajun Inspektur Satu Wawan Setiawan. "Kasus itu hanya mempercepat penarikannya," katanya.

Namun, Sunarko membantah bahwa mutasi terkait dengan penyelundupan BBM dan kegagalan pengungkapan beberapa kasus besar. "Tidak ada hubungannya sama sekali karena ini regenerasi biasa," katanya. Sunarko juga menampik anggapan bahwa mutasi terkesan mendadak.

sby hentikan telekonferensi

09.16.05 (10:06 pm)   [edit]
17 september 2005

"Ini bukan rapat kabinet yang paripurna."

JAKARTA -- Telekonferensi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sedang berada di Amerika Serikat, dan para menterinya di Jakarta dihentikan kemarin.

Menurut Menteri-Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, telekonferensi tak dilanjutkan sesuai dengan rencana semula karena Presiden sedang mempersiapkan pidato yang akan disampaikan di depan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.



Yusril menambahkan, jadwal penyampaian pidato kepala negara atau kepala pemerintahan negara lain dalam sidang PBB pada Kamis (15/9) malam waktu New York agak terlambat dari waktu yang telah ditetapkan semula.

"Presiden Yudhoyono terlambat kembali ke hotel. Dengan demikian, penyelenggaraan video konferensi hari ini dibatalkan," kata Yusril, yang mengaku mendapatkan kabar pembatalan dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, yang ikut dalam rombongan Presiden.

Rencananya, Presiden Yudhoyono kemarin melakukan rapat dengan sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab, Menteri Dalam Negeri Muhammad Ma'ruf, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi, dan Kepala Badan Pusat Statistik. Agenda rapat difokuskan mengenai persiapan penyaluran dana kompensasi BBM akibat kenaikan harga Maret lalu, yang harus sudah disalurkan sebelum dinaikkan lagi awal Oktober.

Yusril menjelaskan, rapat-rapat melalui telekonferensi yang berlangsung sejak Senin (12/9) hingga Kamis (15/9) bukanlah rapat kabinet. "Itu adalah rapat biasa Presiden dengan para menteri, dan terbatas hanya beberapa orang menteri, bukan rapat kabinet yang paripurna," kata Yusril. Sebelumnya, saat memberikan keterangan pers seusai rapat pada Senin lalu, Yusril mengatakan bahwa telekonferensi merupakan rapat kabinet terbatas.

Dalam setiap telekonferensi itu, Presiden hanya menanyakan dan mengecek perkembangan keadaan, kemudian para menteri memberikan laporan. Presiden, menurut Yusril, hanya memberikan arahan yang bersifat umum. "Sepanjang yang saya ketahui, dalam rapat melalui telekonferensi itu, tidak ada keputusan baru yang diambil Presiden, hanya pengecekan terhadap pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan sebelumnya oleh Presiden," kata Yusril.

Rapat jarak jauh ini memicu kontroversi karena--selain menghabiskan Rp 426 juta--Presiden sebenarnya telah mengeluarkan surat pendelegasian wewenang kepada Wakil Presiden (Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2005 tentang Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden).

Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin menolak penilaian bahwa biaya telekonferensi terlalu mahal. "Lihatlah efektivitasnya dalam upaya Presiden mengetahui kondisi terakhir negeri yang begini luas. Wajar kalau teknologi itu perlu biaya," katanya di Bali kemarin.

Kalla juga membantah anggapan bahwa telekonferensi itu menunjukkan ketidakkompakkan antara dia dan Presiden.

Kalla menambahkan, ketidakhadirannya dalam dua kali rapat jarak jauh telah dirancang sejak awal. "Memang saya ini hanya membuka di hari pertama, selanjutnya dengan para menteri. Mereka pun tidak hadir seluruhnya, hanya 3-4 orang ," ia menegaskan.

kepala polri: kartu pos olahraga itu judi

09.16.05 (9:38 pm)   [edit]
17 September 2005

JAKARTA -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutanto menyatakan bahwa program kartu pos olahraga (KPO) yang akan dikeluarkan oleh PT Prima Selaras mengandung unsur judi.

"Ada unsur untung-untungan dalam penyelenggaraan program KPO," kata juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Aryanto Boedihardjo, kepada wartawan di Jakarta kemarin. "Kapolri (Jenderal Sutanto) minta program itu tidak dilanjutkan."

Kepolisian akan meminta Menteri Sosial dan Menteri Pemuda dan Olahraga, sebagai pemberi izin dan pencetusnya, tidak melanjutkan program tersebut. Aryanto mengaku belum mengetahui apakah Kepala Polri sudah mengirimkan surat kepada kedua menteri tersebut atau belum.

KPO yang diluncurkan oleh PT Prima Selaras itu adalah program pengumpulan dana kemanusiaan yang sebagian hasilnya akan dipakai untuk pembinaan olahraga. Dana dikumpulkan dari kartu pos yang dijual Rp 5.000 per lembar. Di kartu itu tercetak nomor seri yang nantinya akan diundi. Pembeli yang beruntung akan mendapatkan hadiah utama Rp 1 miliar dan hadiah uang lain.

Direktur Utama PT Prima Selaras Adolf Posumah kemarin mengatakan, "Kalau Kapolri memang menyatakan begitu, ya finish. Kami besok gulung tikar, tutup." Namun, Adolf meminta tolong dicek apakah benar Kapolri memang meminta KPO dihentikan.

Sebelumnya, Adolf menyatakan bahwa sistem penarikan undian KPO "sama dengan iklan-iklan produk lain yang memberikan hadiah".

Adolf menuturkan bahwa di dalam undian tidak ada unsur tebak-menebak. "Saya heran kenapa dikatakan ini judi, padahal banyak undian yang dilakukan dengan cara seperti itu," katanya ketika dihubungi Tempo pada Minggu (11/9).

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah kemarin mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kartu pos tersebut. Izin, katanya, baru akan diproses setelah Mabes Polri memberikan lampu hijau.

Menurut Bachtiar, Prima Selaras harus terlebih dulu membuktikan bahwa programnya tidak mengandung unsur judi. Proses ini harus dilakukan di depan polisi. "Karena polisi yang tahu di mana celah-celah permainan itu," kata Bachtiar di kantornya kemarin.

Rencana peluncuran kartu pos memicu reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Majelis Ulama Indonesia menolak mendukung program KPO karena menilainya mengandung unsur judi. "Secara pribadi, saya melihat kupon itu berbau judi. Kalau secara institusi, saya belum tahu apakah sudah diagendakan atau belum dalam rapat rutin," kata Amidhan, salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia, saat dihubungi Tempo, Rabu (14/9) malam.

Ketua Gerakan Rakyat Anti-Perjudian, Monopoli, Kemaksiatan, Korupsi, Kekerasan, dan Kenakalan (Graji Massal), Ponang Adji Handoko, mengatakan bahwa kelompoknya menentang KPO karena dalam proposal ada banyak hal yang menunjukkan KPO sama dengan judi.

Ia mencontohkan, jika pemenang hadiah utama adalah pembeli yang memiliki KPO berseri 78328-333, pembeli angka 333 akan mendapatkan hadiah hiburan Rp 1,5 juta dan pembeli nomor 33 saja akan mendapatkan hadiah hiburan Rp 250 ribu. Cara ini, menurut dia, sama saja dengan undian buntut.